Membuka perusahaan di Dubai bukan lagi urusan korporasi besar. Ribuan pengusaha Indonesia sudah melakukannya, dan angka bisnis baru yang terdaftar di Dubai tumbuh lebih dari 17% sepanjang 2024. Tapi pertanyaan yang paling sering tertahan di kepala tetap sama: berapa biaya yang benar-benar perlu disiapkan?
Artikel ini menjawab pertanyaan itu secara konkret. Bukan sekadar angka headline, tapi rincian per komponen biaya, biaya yang jarang muncul di penawaran awal, dan perbandingan langsung antara tiga struktur hukum: Mainland, Free Zone, dan Offshore. Semua estimasi bersumber dari data pasar 2026 dan bersifat indikatif. Angka aktual bisa berbeda tergantung aktivitas bisnis, free zone yang dipilih, dan penyedia jasa.
Tiga Pilihan Struktur Hukum di Dubai


Pilihan struktur hukum menentukan semua komponen biaya yang mengikutinya. Sebelum masuk ke tabel, penting untuk paham dulu apa yang membedakan ketiganya.
Mainland (LLC)
Perusahaan Mainland beroperasi di bawah lisensi dari Department of Economy and Tourism (DET) Dubai. Ini satu-satunya struktur yang memungkinkan bisnis berjualan langsung ke pelanggan di dalam UAE tanpa batasan geografis, termasuk mengikuti tender pemerintah.
Sejak Federal Decree-Law No. 26 of 2020 berlaku, sebagian besar sektor sudah mengizinkan kepemilikan asing 100% tanpa perlu mitra lokal Emirati. Tapi struktur ini tetap membutuhkan kantor fisik (minimal 200 kaki persegi) dan biaya setup yang lebih tinggi dibanding Free Zone.
Free Zone (FZ-LLC atau FZE)
Free Zone adalah kawasan ekonomi khusus. Ada lebih dari 40 pilihan di Dubai dan UAE, masing-masing berfokus pada industri tertentu. Kepemilikan asing 100% tersedia penuh, proses pendiriannya lebih cepat, dan tidak butuh kantor fisik. Flexi-desk sudah cukup.
Satu hal yang perlu diluruskan: Free Zone bukan otomatis bebas pajak. Berdasarkan Federal Decree-Law No. 47 of 2022, perusahaan Free Zone tetap masuk sistem corporate tax UAE. Tarif 0% baru berlaku jika perusahaan memenuhi syarat sebagai Qualifying Free Zone Person, yaitu pendapatannya berasal dari luar UAE atau antar sesama perusahaan Free Zone, dan punya substansi ekonomi yang memadai.
Ada perubahan besar sejak 2025. Dubai Executive Council Resolution No. 11 of 2025 membuka kemungkinan baru: perusahaan Free Zone kini bisa mengajukan izin operasi di mainland lewat sistem Mainland Operating Permit, tanpa harus mendirikan entitas terpisah. Ini perubahan regulasi yang cukup signifikan bagi pengusaha yang tadinya terpaksa memilih antara fleksibilitas Free Zone atau akses pasar mainland.
Baca Juga: Dubai Free Zone vs Mainland: Mana yang Lebih Baik untuk Bisnis Anda di 2026?
Offshore
Perusahaan Offshore di UAE (biasanya lewat JAFZA atau RAK ICC) punya kegunaan yang spesifik: holding aset, perdagangan internasional, atau manajemen kekayaan lintas batas. Offshore tidak bisa beroperasi di dalam UAE, tidak bisa menyponsor visa karyawan, dan bukan jalur menuju residensi UAE. Biaya pendiriannya paling rendah, tapi kegunaannya juga paling terbatas.
Rincian Biaya: Mainland LLC Dubai 2026
Berikut estimasi biaya per komponen untuk pendirian Mainland LLC di Dubai. Semua angka dalam AED (Dirham UAE).
| Komponen Biaya | Estimasi Biaya (AED) | Keterangan |
|---|---|---|
| Trade License Fee (DET) | 10.000 – 15.000 | Tergantung aktivitas bisnis yang dipilih |
| Reservasi Nama Perusahaan | 620 – 2.000 | Biaya resmi DET |
| Memorandum of Association (MOA) + Notaris | 1.500 – 3.000 | Termasuk biaya notaris dan pengajuan ke DET |
| EJARI (kontrak kantor wajib, 1 tahun) | 3.000 – 8.000 | Biaya sewa minimal + registrasi EJARI ke DED |
| Establishment Card | 1.000 – 2.000 | Diperlukan untuk proses visa |
| Visa Residensi UAE (per orang, 2 tahun) | 4.000 – 6.000 | Termasuk Emirates ID dan medical check |
| Bantuan Pembukaan Rekening Bank Korporat | 2.000 – 5.000 | Jika menggunakan jasa konsultan (opsional) |
| Total Estimasi Tahun Pertama | 30.000 – 50.000+ | Bergantung pada aktivitas dan kebutuhan visa |
Untuk operasional yang lebih besar, atau aktivitas yang butuh persetujuan tambahan (misalnya di sektor kesehatan, makanan, atau keuangan), biaya bisa melampaui AED 50.000 di tahun pertama.
Rincian Biaya: Free Zone LLC Dubai 2026
Free Zone adalah jalur paling populer bagi pengusaha asing yang ingin masuk Dubai tanpa kompleksitas birokrasi mainland. Berikut rincian biayanya.
| Komponen Biaya | Estimasi Biaya (AED) | Keterangan |
|---|---|---|
| License Fee (tergantung free zone) | 5.900 – 25.000 | IFZA mulai AED 12.900, Meydan mulai AED 12.500, RAKEZ mulai AED 6.000 |
| Reservasi Nama Perusahaan | 500 – 1.500 | Biaya resmi ke otoritas free zone |
| MOA dan Pengajuan ke Otoritas Free Zone | 1.000 – 2.500 | Termasuk biaya administrasi zone |
| Flexi-Desk (1 tahun, wajib) | 2.000 – 5.000 | Sebagian besar free zone mensyaratkan minimal flexi-desk |
| Establishment Card | 1.000 – 2.000 | Diperlukan untuk proses visa |
| Visa Residensi UAE (per orang, 2 tahun) | 3.500 – 6.000 | Termasuk Emirates ID, medical check, dan asuransi kesehatan dasar |
| Bantuan Pembukaan Rekening Bank Korporat | 2.000 – 5.000 | Opsional, tapi sangat direkomendasikan untuk first-time applicant |
| Total Estimasi Tahun Pertama | 18.000 – 34.000 | Lebih hemat 30–50% dibanding mainland |
Baca Juga: Free Zone Dubai Terbaik 2026: Perbandingan Lengkap Berdasarkan Industri dan Anggaran
Rincian Biaya: Offshore Dubai 2026
| Komponen Biaya | Estimasi Biaya (AED) | Keterangan |
|---|---|---|
| License dan Registrasi | 8.000 – 20.000 | JAFZA Offshore atau RAK ICC sebagai pilihan umum |
| Alamat Terdaftar | 1.000 – 2.500 | Wajib ada registered address, biasanya paket all-in |
| Biaya Tahunan (renewal) | 8.000 – 20.000 | Estimasi perpanjangan tahunan |
| Visa Residensi | Tidak tersedia | Offshore tidak dapat menyponsor visa |
| Total Estimasi Tahun Pertama | 9.000 – 22.500 | Termurah, tapi paling terbatas dalam kegunaan operasional |
Perbandingan Ringkas: Mainland vs Free Zone vs Offshore
| Kriteria | Mainland | Free Zone | Offshore |
|---|---|---|---|
| Estimasi Biaya Tahun Pertama | AED 30.000 – 50.000+ | AED 18.000 – 34.000 | AED 9.000 – 22.500 |
| Kepemilikan Asing | 100% (sebagian besar sektor) | 100% | 100% |
| Akses Pasar UAE | Penuh, tanpa batasan | Terbatas (bisa diperluas via Mainland Permit) | Tidak ada |
| Visa Residensi | Ya | Ya | Tidak |
| Kantor Fisik Wajib | Ya (min. 200 sqft) | Tidak (cukup flexi-desk) | Tidak |
| Corporate Tax | 9% di atas laba AED 375.000 | 0% jika QFZP, 9% jika tidak memenuhi syarat | Tidak ada operasi UAE |
| Cocok Untuk | Bisnis yang menyasar pasar lokal UAE | Invoice klien internasional, bisnis digital | Holding aset, trading internasional |
Bingung Pilih Struktur yang Tepat untuk Bisnis Anda di Dubai?
Tim vOffice, bersertifikasi ISO 9001 dan mitra resmi Dubai Chamber, siap membantu Anda menghitung estimasi biaya yang sesuai aktivitas dan target pasar Anda.
Opsi Anggaran Rendah: Bisa Mulai dari Berapa?
Bagi pengusaha yang ingin menekan pengeluaran awal, Free Zone di Emirates Utara menawarkan entry point paling terjangkau di seluruh UAE. RAKEZ (Ras Al Khaimah Economic Zone) punya lisensi mulai sekitar AED 6.000 per tahun, dengan Ajman Media City di rentang serupa. Ini bukan pilihan “kelas dua”, tapi struktur yang sepenuhnya patuh regulasi UAE.
Di Dubai sendiri, Meydan Free Zone dan IFZA paling sering dipilih untuk setup dengan anggaran terbatas, dengan paket lisensi mulai AED 12.500 hingga AED 12.900 termasuk flexi-desk. Tambahkan satu paket visa (2 tahun), dan total tahun pertama biasanya berada di kisaran AED 18.000–25.000 atau sekitar USD 4.900–6.800.
Perlu diingat: angka terendah ini berlaku untuk satu aktivitas bisnis, satu visa, tanpa bantuan pembukaan rekening bank. Bisnis dengan lebih dari satu aktivitas, atau yang butuh beberapa visa, akan melihat angka ini naik secara proporsional.
Biaya Tersembunyi yang Sering Tidak Dicantumkan
Ini daftar komponen yang kerap absen dari penawaran awal tapi muncul di tagihan akhir.
PRO Services (Ongoing)
PRO (Public Relations Officer) adalah jasa pengurusan dokumen pemerintah secara berkala, mulai dari perpanjangan visa hingga pembaruan lisensi. Estimasi biaya tahunan: AED 3.000–8.000 tergantung volume dokumen yang perlu ditangani.
Akuntansi dan VAT Filing
Semua bisnis di UAE dengan omzet di atas AED 375.000 wajib mendaftar VAT (5%). Biaya akuntansi profesional dan penyusunan laporan pajak berkisar AED 3.500–7.000 per tahun. Kalau perusahaan diwajibkan audit eksternal, tambahkan AED 3.000–10.000.
Pembaruan Lisensi Tahunan
Lisensi harus diperpanjang setiap tahun. Biaya renewal biasanya mirip dengan biaya pendirian awal, dikurangi beberapa komponen yang hanya bayar sekali. Ini sering dilewatkan saat menghitung ROI tahun pertama versus tahun kedua.
Baca Juga: 7 Jenis Trade License Dubai: Panduan Lengkap untuk Pebisnis Indonesia
Persetujuan Regulasi Tambahan
Aktivitas di sektor tertentu (kesehatan, makanan, keuangan, pendidikan) butuh persetujuan dari otoritas sektoral sebelum lisensi bisa diterbitkan. Biaya tambahan ini bisa sampai AED 500–3.000 per persetujuan.
Rekening Bank Korporat
Standar compliance bank UAE makin ketat sejak 2023. Sebagian besar bank mensyaratkan kunjungan fisik dan proses verifikasi 1–4 minggu. Menggunakan bantuan konsultan untuk mempersiapkan dokumen compliance bisa menghemat waktu secara signifikan, dengan biaya jasa AED 2.000–5.000.
Biaya Perpindahan dan Akomodasi
Bukan biaya perusahaan secara langsung, tapi sering luput dari kalkulasi total investasi. Biaya hidup di Dubai tinggi, terutama sewa tempat tinggal yang naik signifikan beberapa tahun terakhir. Siapkan anggaran terpisah untuk ini kalau berencana menetap.
Baca Juga: Aturan Pajak di Dubai 2026: Panduan Lengkap bagi Pebisnis Indonesia
Paket Pendirian Perusahaan di Dubai dari vOffice
Bagi pengusaha Indonesia yang ingin masuk Dubai tanpa memulai dari nol, memilih partner yang paham kedua ekosistem bisnis (Indonesia dan UAE) bisa menghemat waktu dan memperkecil risiko kesalahan administrasi.
Layanan pendirian perusahaan di Dubai dari vOffice hadir dalam dua paket yang sudah mencakup komponen yang sering dilewatkan oleh penawaran lain:
Paket Mainland LLC (Termasuk 2 Tahun Visa + Rekening Bank Korporat)
Cocok untuk bisnis yang ingin beroperasi langsung di pasar UAE, termasuk melayani pelanggan lokal atau mengikuti tender pemerintah. Harga mulai USD 10.209, sudah mencakup reservasi nama, notaris MOA, pengajuan ke DET, layanan EJARI 1 tahun, virtual office dan call answering 1 tahun, serta visa residensi UAE 2 tahun dengan Emirates ID dan VIP medical check-up.
Paket Free Zone LLC (Termasuk 2 Tahun Visa + Rekening Bank Korporat)
Cocok untuk bisnis yang menggunakan Dubai sebagai base untuk menginvoice klien internasional. Harga mulai USD 3.267, sudah mencakup reservasi nama, MOA, pengajuan ke otoritas free zone, flexi-desk 1 tahun, virtual office dan call answering 1 tahun, serta visa residensi UAE 2 tahun dengan Emirates ID dan asuransi kesehatan dasar.
vOffice adalah provider layanan bisnis asal Indonesia pertama yang punya kehadiran fisik di Dubai, sekaligus mitra resmi Dubai Chamber lewat Global Partnership Programme. Seluruh proses pendampingan bisa dilakukan dalam bahasa Indonesia, dengan pemahaman penuh terhadap kebutuhan pengusaha dari Indonesia.
Siap Dirikan Perusahaan di Dubai Tanpa Pusing Birokrasi?
Tim vOffice, dipercaya 50.000+ klien dan mitra resmi Dubai Chamber, siap mendampingi dari konsultasi hingga lisensi terbit.
Pertanyaan Umum
Berapa minimal biaya mendirikan perusahaan di Dubai?
Biaya terendah adalah melalui jalur Free Zone di Emirates Utara seperti RAKEZ, mulai sekitar AED 6.000 untuk lisensi saja. Untuk setup lengkap di Dubai (termasuk satu visa dan flexi-desk), estimasi tahun pertama biasanya berada di kisaran AED 18.000–25.000. Angka ini bersifat estimasi dan dapat berbeda tergantung aktivitas bisnis dan free zone yang dipilih.
Apakah perusahaan Free Zone di Dubai benar-benar bebas pajak?
Tidak otomatis. Berdasarkan Federal Decree-Law No. 47 of 2022, semua entitas di UAE (termasuk Free Zone) terdaftar dalam sistem corporate tax. Tarif 0% berlaku hanya jika perusahaan memenuhi syarat sebagai Qualifying Free Zone Person: pendapatan dari luar UAE atau antar sesama Free Zone, serta memiliki substansi ekonomi yang cukup. Jika syarat ini tidak terpenuhi, tarif 9% berlaku atas laba di atas AED 375.000.
Apakah orang asing bisa memiliki 100% saham perusahaan di Dubai?
Ya. Sejak Federal Decree-Law No. 26 of 2020 diberlakukan, kepemilikan asing 100% diperbolehkan di sebagian besar sektor bisnis di Mainland maupun Free Zone, tanpa perlu mitra lokal Emirati. Beberapa sektor strategis tertentu masih memiliki pengecualian.
Berapa lama proses pendirian perusahaan di Dubai?
Pendirian perusahaan bisa selesai dalam sekitar 4 hari kerja untuk Free Zone. Proses Mainland memakan waktu sedikit lebih lama karena melibatkan lebih banyak otoritas. Proses visa residensi membutuhkan 7–10 hari tambahan, dan verifikasi rekening bank bisa memerlukan 1–4 minggu.
Apa itu EJARI dan mengapa diperlukan untuk Mainland?
EJARI adalah sistem registrasi kontrak sewa resmi milik Dubai Land Department. Setiap perusahaan Mainland wajib memiliki kontrak sewa kantor fisik yang terdaftar di EJARI sebagai bukti alamat operasional. Tanpa EJARI, proses perizinan dan perpanjangan visa tidak bisa dilanjutkan.
Bisakah perusahaan Free Zone melayani pelanggan di mainland UAE?
Sejak Dubai Executive Council Resolution No. 11 of 2025 diberlakukan, perusahaan Free Zone dapat mengajukan Mainland Operating Permit untuk beroperasi di wilayah mainland Dubai secara legal tanpa harus mendirikan entitas terpisah. Ini perubahan besar yang sebelumnya menjadi hambatan utama bagi perusahaan Free Zone.
Referensi
1. UAE Ministry of Finance. (2022). Federal Decree-Law No. 47 of 2022 on the Taxation of Corporations and Businesses. UAE MoF. Diperoleh dari
https://mof.gov.ae/corporate-tax/
2. UAE Federal Legislation Portal. (2020). Federal Decree-Law No. 26 of 2020 Amending Certain Provisions of the Commercial Companies Law (Federal Law No. 2 of 2015). Diperoleh dari
https://uaelegislation.gov.ae
3. Dubai Executive Council. (2025). Resolution No. 11 of 2025: Free Zone Mainland Operating Permit Framework. Dubai Business Registration and Licensing Corporation (DBLC). Diperoleh dari
https://gulfnews.com/business/markets/new-free-zone-mainland-operating-permit-to-grow-dubai-businesses-1.500298990
4. KPMG. (2025). UAE: Free Zone Taxpayers Allowed to Operate on Mainland (Dubai). KPMG Tax News Flash. Diperoleh dari
https://kpmg.com/us/en/taxnewsflash/news/2025/10/tnf-uae-free-zone-taxpayers-allowed-to-operate-on-mainland-dubai.html
5. Federal Tax Authority UAE. (2023). Corporate Tax Registration and Filing Requirements. FTA UAE. Diperoleh dari
https://tax.gov.ae/en/taxes/corporate.tax.aspx
6. Dubai Department of Economy and Tourism. (2026). Business Licensing and Registration. DET Dubai. Diperoleh dari
https://www.det.gov.ae/









