Perbedaan PT Perorangan dan CV yang Wajib Calon Pengusaha Ketahui

perbedaan pt perorangan dan cv

Untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan ekonomi negara, pemerintah terus berupaya meningkatkan kemudahan perizinan. Jika sebelumnya diperlukan setidaknya dua orang untuk mendirikan sebuah PT, maka kini negara memperbolehkan adanya PT perorangan. Namun begitu, apa yang kemudian menjadi perbedaan antara PT Perorangan dan CV?

Jenis-Jenis Badan Usaha 

Di Indonesia hingga kini dikenal delapan badan usaha, yakni sebagai berikut.

  1. Perusahaan Perorangan
  2. Persekutuan Komanditer (CV)
  3. Firma
  4. Perseroan Terbatas (PT)
  5. Persero (Perseroan Terbatas Negara)
  6. Perusahaan Daerah
  7. Koperasi 
  8. Yayasan

Masing-masing badan usaha tersebut memiliki ketentuan dan cirinya masing-masing. Selain itu, tidak semua di antaranya juga merupakan badan hukum. Adapun yang termasuk sebagai badan usaha berbadan hukum adalah Perusahaan Terbatas, Perseroan Negara, Perusahaan Daerah, Koperasi, dan Yayasan.

Badan usaha yang sudah berbadan hukum memiliki beberapa keuntungan tersendiri, antara lain:

  1. Menjaga aset pribadi karena ada pemisahan harta serta usaha yang berbadan hukum dianggap sebagai entitas tersendiri sehingga apabila bisnis mengalami kegagalan, kerugian hanya dibayarkan dari modal yang sudah disetorkan.
  2. Memiliki kredibilitas dan citra yang lebih baik di mata masyarakat maupun mitra dan investor sehingga memiliki peluang lebih besar untuk mendapat kerja sama, melakukan ekspansi bisnis seperti pembukaan cabang, hingga suntikan dana.
  3. Memperoleh legalitas dan perlindungan hukum yang lebih kuat, termasuk penggunaan nama usaha yang tidak bisa diambil oleh pihak lainnya

Perbedaan PT Perorangan dan CV

Sejak 2020, pemerintah memberlakukan adanya PT untuk perorangan melalui Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan peraturan turunannya. PT perorangan merupakan nomenklatur dalam UU Cipta Kerja—adapun sebelumnya hanya dikenal adanya PT yang pemilik modalnya minimal sejumlah dua orang. 

Perbedaan PT Perorangan dan PT

Seperti namanya, PT Perorangan merupakan badan usaha berbentuk hukum yang bisa didirikan hanya dengan satu orang pendiri dengan memenuhi kriteria usaha Mikro dan Kecil sebagaimana yang sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan terkait. Sementara itu, PT merupakan badan usaha berbentuk hukum yang dalam pendiriannya harus dilakukan oleh setidak-tidaknya dua orang dan berdasarkan perjanjian.

Lantas, apa yang terjadi jika di kemudian hari pemegang saham PT Perorangan menjadi lebih dari satu? Dalam kondisi tersebut, PT Perorangan tidak lagi berlaku dan harus mengganti status badan hukumnya menjadi Perseroan. Adapun sesuai UU Cipta Kerja mengatur bahwa pendiri PT Perorangan hanya boleh mendirikan satu PT Perorangan dalam satu tahun.

Selain itu, apabila omzet PT Perorangan dalam setahun telah mencapai lebih dari Rp5 miliar, maka harus mengubah statusnya menjadi Perseroan. Adapun besarnya modal awal PT Peroangan tidak dibatasi seperti PT sehingga lebih fleksibel.

Perbedaan PT Perorangan dan CV

PT Perseorangan dan CV adalah dua jenis badan usaha yang cocok untuk pelaku UMKM. Walau begitu, ada beberapa perbedaan PT Perorangan dan CV yang cukup mendasar dan esensial antara lain sebagai berikut.

  1. PT Perorangan merupakan badan usaha berbadan hukum, sedangkan CV merupakan badan usaha yang tidak berbadan hukum.
  2. PT Perorangan hanya boleh didirikan oleh satu orang dengan memenuhi kriteria usaha mikro dan kecil, sedangkan pendirian CV harus dilakukan oleh setidak-tidaknya dua orang yang terdiri dari sekutu aktif dan sekutu pasif (pembeda antara pemilik keahlian dan pemilik modal).
  3. Aturan pendirian PT Perorangan terdapat pada Pasal 153A ayat (1) UU Cipta Kerja Bagian Kelima Perseroan Terbatas, sedangkan aturan pendirian CV terdapat pada Pasal 19 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD).

Pilih PT Perorangan atau CV?

Berdasarkan beberapa perbedaan tersebut, mendirikan PT Perorangan kini lebih disarankan bagi pelaku UMK dibandingkan CV. Pasalnya, adanya payung hukum yang lebih kuat juga membantu pemilik PT Perorangan untuk mengamankan aset pribadi yang dimiliki.

Sebagaimana aturan dalam CV, tidak adanya pembagian aset bisnis dan pribadi membuat pemilik CV harus siap bertanggung jawab menggunakan aset pribadinya apabila terjadi kegagalan bisnis.

Di sisi lain, pemerintah juga memberi berbagai kemudahan lain dalam pendirian PT Perorangan. Selain tidak adanya syarat modal minimal, mendirikan PT Perorangan juga dapat dilakukan tanpa akta notaris. Pendiri hanya perlu mengakses situs resmi Ditjen AHU Kemenkumham, mendaftarkan email aktif, membayar PNOB, dan mengisi informasi yang diperlukan.

Itulah perbedaan PT Perorangan dan CV. Meski keduanya cocok untuk usaha yang baru dirintis—termasuk UMK, ada beberapa perbedaan mendasar antara keduanya. Jadi, mana yang bakal Anda pilih?

Tenang saja, jika Anda berniat untuk membuat PT dari rumah, vOffice siap membantu. Kami akan membantu  proses pendirian PT Anda sehingga Anda dapat lebih fokus menyiapkan hal-hal terkait bisnis lainnya yang lebih strategis.

Pun, guna mendukung operasional bisnis yang lebih hemat, mudah, efektif, dan efisien, Anda bisa menggunakan layanan virtual Office vOffice yang dapat menghemat biaya operasional hingga 90%. vOffice telah tersedia di kawasan kota-kota besar meliputi virtual office Jakarta, virtual office Tangerang, virtual office Bekasi, virtual office Bandung, virtual office Surabaya, virtual office Medan, dan  virtual office Bali. Jika anda ingin mendirikan PT, vOffice juga bisa membantu pendirian PT anda.