Cara Mendirikan Perusahaan di China: Panduan Lengkap untuk Pengusaha Indonesia

Cara Mendirikan Perusahaan di China: Panduan Lengkap untuk Pengusaha Indonesia (pexels.com)

Konten ini bersifat edukatif. Regulasi perizinan dapat berubah sewaktu-waktu. Untuk kebutuhan hukum spesifik bisnis Anda, konsultasikan dengan tim legal vOffice.

Artikel ditinjau oleh:

Picture of Otty Yuniarti Yusariningsih, S.H. - Konsultan Legal vOffice Group
Otty Yuniarti Yusariningsih, S.H. - Konsultan Legal vOffice Group

10+ tahun pengalaman di bidang hukum korporasi, perizinan usaha, hingga hak cipta. Telah mendampingi ratusan klien dalam proses pendirian PT, CV, dan badan usaha lainnya, serta pengurusan izin OSS, SIUP, dan legalitas bisnis di Indonesia.

Picture of Otty Yuniarti Yusariningsih, S.H.
Otty Yuniarti Yusariningsih, S.H.

Konsultan Legal vOffice Group

Mendirikan perusahaan di China memang bukan proses yang sederhana, tapi bukan pula sesuatu yang tidak mungkin. Dengan pasar lebih dari 1,4 miliar penduduk, pertumbuhan kelas menengah yang pesat, dan posisi China sebagai mitra dagang terbesar Indonesia, ekspansi ke negeri ini menjadi pilihan strategis yang semakin relevan bagi banyak pengusaha Indonesia. Panduan ini menyajikan langkah-langkah konkret, persyaratan hukum, estimasi biaya, dan hal-hal penting yang perlu dipahami sebelum Anda memulai proses pendaftaran.

Daftar Isi hide

Mengapa China Menarik untuk Ekspansi Bisnis Indonesia?

Cara Mendirikan Perusahaan di China: Panduan Lengkap untuk Pengusaha Indonesia
Cara Mendirikan Perusahaan di China: Panduan Lengkap untuk Pengusaha Indonesia (pexels.com)

China adalah ekonomi terbesar kedua di dunia dengan GDP di atas USD 17 triliun (per data terbaru dari Bank Dunia, perlu diverifikasi untuk angka terkini). Bagi pengusaha Indonesia, China bukan sekadar pasar konsumen raksasa, tapi juga pusat manufaktur, teknologi, dan rantai pasokan global.

Beberapa alasan yang mendorong pengusaha Indonesia mempertimbangkan ekspansi ke China:

  • Pasar konsumen terbesar di dunia. Kelas menengah China yang terus tumbuh membuka peluang besar di sektor ritel, makanan dan minuman, kesehatan, hingga teknologi.
  • Hubungan dagang yang kuat. China adalah mitra dagang terbesar Indonesia sejak bertahun-tahun, yang berarti sudah ada ekosistem bisnis dan jalur distribusi yang bisa dimanfaatkan.
  • Akses ke rantai pasokan global. Memiliki entitas legal di China memudahkan kontrak langsung dengan manufaktur, mengurangi biaya perantara, dan mempercepat waktu produksi.
  • Reformasi regulasi FDI. China secara bertahap membuka lebih banyak sektor untuk kepemilikan asing penuh melalui pembaruan Negative List setiap tahun.

Perlu dipahami bahwa ekspansi ke China membutuhkan persiapan yang lebih matang dibandingkan masuk ke pasar ASEAN. Perbedaan bahasa, sistem hukum yang berbeda dari negara common law, serta birokrasi yang khas membuat banyak pengusaha kewalahan tanpa pendampingan yang tepat.

Jenis Entitas Bisnis untuk Investor Asing di China

Sebelum memulai proses pendaftaran, langkah pertama yang paling penting adalah memilih struktur bisnis yang tepat. Ada tiga opsi utama yang tersedia untuk investor asing di China.

WFOE (Wholly Foreign-Owned Enterprise)

WFOE adalah entitas bisnis yang 100% dimiliki oleh investor asing tanpa memerlukan mitra lokal. Ini adalah struktur yang paling populer di kalangan investor asing karena memberikan kontrol penuh atas operasi, keputusan bisnis, dan keuntungan. WFOE cocok untuk bisnis yang ingin menjual produk atau jasa di pasar China, melakukan manufaktur, atau mengelola operasi konsultatif tanpa berbagi kendali.

Syarat utamanya: kegiatan usaha tidak boleh masuk dalam daftar sektor yang dibatasi atau dilarang oleh Negative List China.

Joint Venture (JV)

Joint Venture adalah perusahaan patungan antara investor asing dan mitra lokal China. Ada dua jenis: Equity Joint Venture (EJV) di mana keuntungan dan kerugian dibagi berdasarkan proporsi saham, dan Cooperative Joint Venture (CJV) dengan pembagian yang lebih fleksibel sesuai kesepakatan. JV cocok untuk sektor yang masih memerlukan mitra lokal berdasarkan regulasi, atau saat investor asing ingin memanfaatkan jaringan dan lisensi yang sudah dimiliki mitra China.

Representative Office (RO)

Representative Office bukan entitas bisnis yang bisa menghasilkan pendapatan secara langsung. RO hanya boleh menjalankan kegiatan non-komersial seperti riset pasar, promosi, dan liaison. RO cocok sebagai langkah awal untuk “test the waters” sebelum berkomitmen mendirikan entitas penuh, namun memiliki batasan signifikan karena tidak bisa menandatangani kontrak komersial atas nama sendiri.

Perbandingan Singkat Ketiga Entitas

AspekWFOEJoint VentureRep. Office
Kepemilikan asing100%Parsial (sesuai kesepakatan)100%
Bisa menghasilkan pendapatanYaYaTidak
Mitra lokal wajibTidakYaTidak
Kompleksitas pendirianSedangTinggiRendah
Cocok untukOperasi penuh, kontrol penuhSektor regulated, butuh jaringan lokalPenjajakan pasar awal

Untuk sebagian besar pengusaha Indonesia yang ingin beroperasi secara komersial di China, WFOE adalah pilihan yang paling umum dan fleksibel. Artikel ini akan lebih banyak berfokus pada proses pendirian WFOE, meski prinsip dasarnya berlaku untuk JV juga.

Persyaratan Mendirikan Perusahaan di China (WFOE)

Berikut adalah persyaratan dasar yang perlu dipenuhi sebelum proses pendaftaran dimulai. Persyaratan ini berlaku untuk WFOE secara umum, namun bisa bervariasi tergantung pada jenis usaha dan lokasi registrasi.

Struktur Perusahaan Minimum

  • Minimal 1 pemegang saham, bisa berupa individu maupun badan hukum, lokal maupun asing.
  • Minimal 1 direktur, bisa warga negara asing maupun lokal.
  • Alamat terdaftar di China. Alamat fisik wajib ada dan harus valid secara hukum. Untuk solusi praktis, beberapa penyedia layanan menawarkan alamat terdaftar di kota-kota pilihan seperti Shenzhen, Xi’an, atau Wuhan.

Modal Minimum

China tidak lagi menetapkan modal minimum yang ketat untuk sebagian besar jenis usaha sejak reformasi regulasi. Dalam praktiknya, modal yang umum digunakan adalah RMB 100.000 (sekitar Rp 200 juta, perlu dicek kurs terkini). Untuk sektor tertentu seperti keuangan, asuransi, atau telekomunikasi, ada persyaratan modal minimum yang jauh lebih tinggi dan diatur secara spesifik.

Dokumen yang Dibutuhkan

  • Pilihan nama perusahaan (biasanya 3-5 opsi untuk dicek ketersediaannya)
  • Kegiatan usaha yang akan dijalankan (scope of business)
  • Paspor atau dokumen identitas pemegang saham dan direktur
  • Alamat tempat tinggal pemegang saham dan direktur
  • Akta perusahaan induk (jika pemegang saham adalah badan hukum)
  • Anggaran dasar perusahaan yang akan didirikan
  • Dokumen penunjukan direktur dan pejabat perusahaan

Sektor yang Dibatasi: Memahami Negative List China

China menggunakan sistem “Negative List” untuk mengatur akses investasi asing. Prinsipnya sederhana: semua sektor yang tidak tercantum dalam daftar ini terbuka sepenuhnya untuk kepemilikan asing 100%. Sektor yang masuk Negative List dibagi menjadi dua kategori: yang dibatasi (boleh masuk tapi ada syarat khusus, misalnya wajib JV atau ada batasan kepemilikan) dan yang dilarang sepenuhnya.

Beberapa sektor yang secara umum masih dibatasi atau dilarang untuk kepemilikan asing penuh (verifikasi daftar terbaru di sumber resmi MOFCOM China sebelum membuat keputusan):

  • Media, penerbitan, dan layanan penyiaran
  • Sebagian besar layanan keuangan dan perbankan ritel
  • Pendidikan wajib dasar dan menengah
  • Layanan pos
  • Beberapa segmen telekomunikasi

Di sisi lain, sektor manufaktur umum, teknologi, perdagangan, logistik, restoran dan F&B, konsultasi bisnis, serta banyak layanan profesional sudah terbuka luas untuk WFOE. Pemerintah China juga menawarkan insentif khusus di kawasan Free Trade Zone (FTZ) seperti Shanghai FTZ, Shenzhen Qianhai, dan Hainan FTZ dengan daftar yang lebih longgar.

Tidak Yakin Sektor Bisnis Anda Masuk Negative List?

Tim vOffice, bersertifikasi ISO 9001 dan berpengalaman 20+ tahun di Asia Tenggara, siap menganalisis kelayakan bisnis Anda di China sebelum Anda mengeluarkan satu rupiah pun.

Langkah-Langkah Mendirikan Perusahaan di China: Step by Step

Setelah memahami jenis entitas dan persyaratannya, berikut adalah alur proses pendaftaran WFOE secara lengkap. Timeline yang realistis setelah semua dokumen siap adalah 7-14 hari kerja, tergantung kompleksitas dan kota registrasi.

Langkah 1: Riset dan Perencanaan Awal

Tentukan jenis entitas yang tepat berdasarkan model bisnis Anda. Lakukan pengecekan Negative List untuk memastikan sektor usaha Anda diizinkan. Tentukan kota registrasi yang strategis sesuai kebutuhan operasional. Siapkan 3-5 opsi nama perusahaan dalam bahasa China (diperlukan untuk pengecekan ketersediaan nama oleh SAMR).

Langkah 2: Persiapan Dokumen

Kumpulkan seluruh dokumen yang diperlukan: paspor pemegang saham dan direktur, dokumen perusahaan induk (jika ada), draft anggaran dasar, dan deskripsi kegiatan usaha. Dokumen berbahasa Indonesia atau Inggris umumnya perlu diterjemahkan ke bahasa China oleh penerjemah tersumpah dan dilegalisasi (apostille atau konsulat, tergantung ketentuan terbaru).

Langkah 3: Pengecekan dan Persetujuan Nama Perusahaan

Nama perusahaan diajukan ke SAMR (State Administration for Market Regulation) untuk dicek ketersediaannya. Proses ini biasanya memakan 1-3 hari kerja. Nama perusahaan dalam bahasa China wajib ada; nama berbahasa Inggris bersifat opsional tapi disarankan untuk keperluan bisnis internasional.

Langkah 4: Pengajuan Pendaftaran Resmi

Setelah nama disetujui, dokumen pendirian lengkap diajukan ke SAMR. Otoritas akan meninjau dan mengeluarkan Business License (Surat Izin Usaha) yang menjadi dasar legalitas perusahaan. Ini adalah dokumen terpenting yang menandai lahirnya entitas hukum baru Anda di China.

Langkah 5: Pendaftaran Pajak dan Stempel Perusahaan

Setelah mendapat Business License, perusahaan harus didaftarkan ke otoritas pajak untuk mendapatkan Tax Registration Certificate. Stempel perusahaan resmi juga harus dibuat karena di China, stempel perusahaan memiliki kekuatan hukum setara tanda tangan direktur dalam banyak konteks.

Langkah 6: Pembukaan Rekening Bank Perusahaan

Ini adalah salah satu langkah yang paling sering menjadi hambatan. Pembukaan rekening bank perusahaan di China memerlukan kehadiran fisik pemilik atau direktur di kantor bank. Remote opening (dari luar China) secara umum tidak dimungkinkan oleh sebagian besar bank lokal China. Dokumen yang dibutuhkan meliputi Business License asli, stempel perusahaan, dan dokumen identitas direktur.

Langkah 7: Setup Operasional dan Kepatuhan

Setelah rekening aktif, langkah terakhir adalah menyiapkan infrastruktur operasional: sistem akuntansi sesuai standar China (Chinese GAAP), setup pelaporan pajak bulanan, dan jika relevan, pendaftaran untuk VAT (Pajak Pertambahan Nilai). Perusahaan juga perlu menyiapkan kontrak kerja karyawan sesuai hukum ketenagakerjaan China jika ada rencana rekrutmen lokal.

Pilih Kota Registrasi yang Tepat: Bukan Sekadar Soal Nama

Banyak panduan hanya menyebut Shanghai atau Beijing tanpa menjelaskan alasannya. Faktanya, kota registrasi berpengaruh signifikan pada biaya operasional, insentif pajak, dan kemudahan birokrasi.

  • Shanghai. Pusat keuangan dan perdagangan internasional. Cocok untuk jasa keuangan, konsultasi, dan bisnis yang membutuhkan akses ke jaringan multinasional. Biaya operasional relatif tinggi.
  • Shenzhen. Kota teknologi dan manufaktur elektronik. Cocok untuk startup teknologi, hardware, dan bisnis e-commerce. Ekosistem startup yang matang dan banyak insentif untuk inovasi.
  • Xi’an dan Wuhan. Kota-kota interior dengan biaya lebih rendah, incentive pajak dari pemerintah daerah yang lebih agresif, dan pertumbuhan ekonomi yang cepat. Cocok untuk bisnis yang lebih berorientasi pada pasar domestik China.
  • Beijing. Pusat kebijakan dan pemerintahan. Cocok untuk bisnis yang perlu dekat dengan pengambil keputusan atau bergerak di sektor pendidikan, media, dan teknologi berskala nasional.

Layanan pendirian perusahaan di China dari vOffice menawarkan pilihan alamat terdaftar di Shenzhen, Xi’an, dan Wuhan, yang merupakan tiga kota dengan nilai strategis tinggi bagi pengusaha Indonesia yang baru memasuki pasar China.

Biaya Mendirikan Perusahaan di China

Biaya pendirian perusahaan di China terdiri dari beberapa komponen yang perlu dianggarkan sejak awal.

Modal Disetor

Tidak ada ketentuan modal minimum yang ketat untuk WFOE di sebagian besar sektor. Praktik umum yang digunakan adalah RMB 100.000. Modal ini harus benar-benar disetor ke rekening perusahaan setelah rekening dibuka dan diverifikasi oleh otoritas terkait (capital verification). Besaran modal yang tercantum di anggaran dasar juga memengaruhi persepsi mitra bisnis lokal terhadap kapasitas perusahaan Anda.

Paket Jasa Pendirian Perusahaan vOffice

Untuk pengusaha Indonesia yang ingin mendirikan perusahaan di China tanpa harus membangun jaringan lokal dari nol, layanan Company Registration China dari vOffice menyediakan dua pilihan paket:

PaketHargaYang Termasuk
Paket EssentialUSD 4.909Pengajuan pendirian + biaya pemerintah + bea meterai + sertifikat pendirian + anggaran dasar + sertifikat registrasi bisnis + penyimpanan dokumen + bantuan pembukaan rekening bank + akuntansi bulanan + pelaporan pajak
Paket LengkapUSD 6.100Semua yang ada di Paket Essential + corporate secretary via live chat + pengingat otomatis tenggat pelaporan + alamat terdaftar 1 tahun di Shenzhen, Xi’an, atau Wuhan + notifikasi surat, pemindaian, dan forwarding dokumen

Estimasi timeline setelah dokumen lengkap adalah 7-10 hari kerja. Timeline bisa lebih panjang tergantung pada kelengkapan dokumen, proses due diligence, dan waktu tanda tangan.

Kewajiban Pajak Perusahaan di China

Memahami sistem perpajakan China sejak awal adalah kunci untuk menghindari masalah kepatuhan di kemudian hari.

Corporate Income Tax (CIT)

Tarif pajak penghasilan badan (CIT) standar di China adalah 25%. Namun, ada tarif preferensial 15% untuk perusahaan teknologi tinggi (High-Tech Enterprise), 15% untuk perusahaan di kawasan Free Trade Zone tertentu, dan 10% untuk usaha kecil dengan pendapatan di bawah ambang tertentu. Perusahaan asing umumnya dikenakan tarif 25% kecuali memenuhi syarat khusus.

Value Added Tax (VAT)

China menggunakan sistem VAT dengan beberapa tarif. Tarif standar 13% berlaku untuk penjualan barang dan sebagian besar jasa manufaktur. Tarif 6% berlaku untuk sebagian besar jasa modern termasuk konsultasi, keuangan, dan teknologi. Ada juga tarif 9% untuk beberapa kategori tertentu. Perusahaan dengan omzet di atas ambang tertentu wajib mendaftar sebagai wajib pajak VAT umum (General VAT Taxpayer).

Withholding Tax

Jika perusahaan China membayar dividen, bunga, royalti, atau fee jasa ke entitas asing (termasuk ke perusahaan induk di Indonesia), tarif withholding tax standar adalah 10%. Indonesia dan China memiliki Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P3B/Tax Treaty) yang dapat mengurangi tarif ini dalam kondisi tertentu. Konsultasi dengan akuntan atau konsultan pajak sangat disarankan sebelum melakukan repatriasi keuntungan.

Pelaporan Pajak

Perusahaan di China wajib melaporkan pajak setiap bulan (untuk VAT dan pajak withholding) dan setiap kuartal (untuk CIT advance payment), serta laporan tahunan. Keterlambatan atau kesalahan pelaporan bisa dikenai denda, jadi memiliki akuntan lokal yang kompeten sejak hari pertama adalah investasi yang sangat dianjurkan.

Kewajiban Pasca-Pendirian yang Wajib Dipenuhi

Mendirikan perusahaan hanyalah awal. Ada serangkaian kewajiban yang harus terus dipenuhi agar perusahaan tetap berstatus aktif dan patuh di China.

  • Annual Report (Laporan Tahunan). Setiap perusahaan wajib mengajukan laporan tahunan ke SAMR melalui sistem National Enterprise Credit Information Publicity System, biasanya antara 1 Januari hingga 30 Juni setiap tahun.
  • Audit Keuangan Tahunan. Laporan keuangan tahunan harus diaudit oleh akuntan publik berlisensi China sebelum digunakan untuk keperluan pajak atau pelaporan regulasi.
  • Pelaporan Pajak Berkala. Laporan VAT, CIT, dan pajak lainnya harus disampaikan sesuai jadwal yang ditetapkan.
  • Pembaruan Izin dan Lisensi. Jenis usaha tertentu memerlukan lisensi operasional khusus yang perlu diperbaharui secara berkala.
  • Perubahan Data Perusahaan. Setiap perubahan pada direktur, pemegang saham, alamat, atau ruang lingkup usaha harus dilaporkan ke SAMR.

Khawatir Melewatkan Tenggat Pelaporan Wajib di China?

Paket Lengkap vOffice menyertakan corporate secretary dan pengingat otomatis tenggat, dipercaya 50.000+ klien di Asia untuk ketenangan operasional bisnis lintas negara.

Tips Praktis untuk Pengusaha Indonesia yang Masuk ke China

Selain memahami prosedur hukum, ada beberapa pertimbangan praktis yang sering tidak dibahas dalam panduan regulasi standar.

Bahasa adalah Hambatan Nyata

Hampir semua dokumen resmi di China menggunakan bahasa Mandarin. Kontrak bisnis, korespondensi dengan otoritas, dan komunikasi sehari-hari dengan karyawan lokal semuanya dalam Mandarin. Investasikan dalam penerjemah atau staf lokal yang bilingual sejak awal. Mengandalkan terjemahan mesin untuk dokumen legal sangat berisiko.

Lindungi Kekayaan Intelektual Sejak Awal

China menganut sistem “first to file” untuk merek dagang, bukan “first to use” seperti banyak negara lain. Artinya, mendaftarkan merek dagang Anda di China sesegera mungkin, bahkan sebelum perusahaan resmi berdiri, adalah langkah perlindungan yang sangat penting. Banyak kasus di mana merek dari luar China didaftarkan terlebih dahulu oleh pihak lain di China sebelum pemilik aslinya sempat melakukannya.

Pilih Kota Sesuai Model Bisnis, Bukan Sekadar Nama Besar

Seperti yang dibahas sebelumnya, Shanghai dan Beijing bukan selalu pilihan terbaik untuk semua jenis bisnis. Kota-kota seperti Shenzhen, Chengdu, atau Wuhan sering menawarkan insentif lebih menarik dan biaya operasional lebih rendah, khususnya untuk bisnis yang menarget pasar domestik China di luar kota pesisir.

Manfaatkan P3B Indonesia-China

Indonesia dan China memiliki Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda yang dapat memengaruhi tarif withholding tax dan cara keuntungan bisnis dilaporkan di kedua negara. Koordinasikan dengan konsultan pajak di kedua yurisdiksi sebelum menentukan struktur kepemilikan.

Rencanakan Kunjungan Fisik ke China

Meskipun sebagian besar proses pendirian bisa dilakukan dari jarak jauh dengan bantuan agen terpercaya, pembukaan rekening bank membutuhkan kehadiran fisik pemilik atau direktur perusahaan di China. Rencanakan kunjungan ini jauh-jauh hari, termasuk pengajuan visa bisnis China yang prosesnya memerlukan waktu tersendiri.

Bagaimana vOffice Membantu Proses Pendirian Perusahaan di China

Mendirikan perusahaan di luar negeri selalu punya lapisan kompleksitas yang tidak tampak dari luar. Bagi pengusaha Indonesia yang ingin masuk pasar China tanpa harus mengurus birokrasi sendirian, layanan Company Registration China dari vOffice menyediakan pendampingan menyeluruh: konsultasi struktur bisnis, persiapan dan pengajuan dokumen, hingga perusahaan siap beroperasi lengkap dengan dukungan akuntansi dan alamat terdaftar.

Jika ekspansi ke beberapa pasar sekaligus ada dalam rencana, layanan Global Gateway vOffice mencakup Indonesia, Thailand, Malaysia, Filipina, Singapura, Vietnam, hingga Dubai dan Hongkong dalam satu ekosistem layanan terintegrasi. Berguna bagi pengusaha yang memikirkan strategi ekspansi multi-pasar sejak awal.

Baca juga: Cara mendirikan perusahaan di Thailand untuk WNA jika pasar ASEAN juga masuk dalam radar ekspansi Anda.

Pertanyaan Umum tentang Pendirian Perusahaan di China

Apakah orang asing bisa memiliki 100% saham perusahaan di China?

Bisa, selama kegiatan usaha tidak masuk dalam daftar sektor yang dibatasi atau dilarang oleh Negative List China. Untuk sektor yang masuk daftar ini, kepemilikan asing bisa tetap diperbolehkan dengan syarat tertentu, misalnya wajib bermitra dengan entitas lokal melalui skema Joint Venture.

Berapa lama proses mendirikan perusahaan di China?

Setelah seluruh dokumen lengkap dan ditandatangani, proses pendaftaran umumnya memakan 7-10 hari kerja. Persiapan dokumen, legalisasi, dan terjemahan bisa membutuhkan waktu tambahan beberapa minggu tergantung kondisi masing-masing.

Apakah saya harus datang ke China untuk mendirikan perusahaan?

Proses pendirian perusahaan itu sendiri bisa dilakukan dari luar China dengan bantuan agen atau perwakilan. Namun, pembukaan rekening bank perusahaan di China pada umumnya mengharuskan kehadiran fisik pemilik atau direktur di kantor bank.

Apa itu WFOE dan mengapa lebih populer dari Joint Venture?

WFOE (Wholly Foreign-Owned Enterprise) adalah entitas bisnis yang 100% dimiliki investor asing tanpa memerlukan mitra lokal. WFOE lebih populer karena memberikan kontrol penuh atas operasi dan pengambilan keputusan, tidak ada risiko konflik dengan mitra lokal, dan proses pendirian lebih sederhana dibandingkan Joint Venture.

Sektor apa yang tidak bisa dimiliki 100% oleh asing di China?

Beberapa sektor yang masih dibatasi atau dilarang antara lain media dan penerbitan, sebagian layanan keuangan, pendidikan dasar dan menengah, serta beberapa segmen telekomunikasi. Daftar ini diperbarui secara berkala oleh pemerintah China, jadi selalu cek versi terbaru dari Negative List resmi yang diterbitkan MOFCOM.

Apakah ada perjanjian pajak antara Indonesia dan China?

Ya, Indonesia dan China memiliki Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P3B). Perjanjian ini dapat memengaruhi tarif withholding tax yang dikenakan pada pembayaran dividen, bunga, dan royalti antara entitas di kedua negara. Konsultasikan dengan konsultan pajak untuk memahami implikasinya pada struktur bisnis Anda.

Siap Masuk Pasar China Tanpa Hambatan Birokrasi?

Tim multibahasa vOffice, penerima Rekor MURI dan tersedia di 40+ lokasi, mendampingi Anda dari konsultasi hingga perusahaan resmi berdiri di China.

Referensi

1. Ministry of Commerce of the People’s Republic of China. (2024). Foreign Investment Access Negative List. MOFCOM. Diperoleh dari
http://www.mofcom.gov.cn

2. State Administration for Market Regulation (SAMR). (2024). Company Registration Procedures for Foreign-Invested Enterprises. SAMR. Diperoleh dari
https://www.samr.gov.cn

3. State Taxation Administration of China. (2024). Corporate Income Tax Guide for Foreign Enterprises. STA. Diperoleh dari
https://www.chinatax.gov.cn

4. Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2022). Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok tentang Penghindaran Pajak Berganda. Kemenkeu RI. Diperoleh dari
https://www.kemenkeu.go.id

5. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). (2024). Panduan Investasi Indonesia-China. BKPM / Indonesia Investment Coordinating Board. Diperoleh dari
https://www.bkpm.go.id

6. World Bank Group. (2024). Doing Business in China: Key Indicators. World Bank. Diperoleh dari
https://www.worldbank.org

Tentang Keakuratan Artikel Ini

Artikel ini disusun oleh tim editorial vOffice dan telah melalui proses peninjauan untuk memastikan informasi yang relevan dan akurat bagi pelaku usaha di Indonesia.

Seluruh informasi mengacu pada regulasi pendirian dan pengelolaan badan usaha yang berlaku, termasuk ketentuan dari Kementerian Hukum dan HAM, sistem OSS, Peraturan terkait Hak Cipta, serta peraturan terkait lainnya. Regulasi bisnis dapat berubah sewaktu-waktu. Kami menyarankan pembaca untuk melakukan verifikasi atau berkonsultasi dengan profesional sebelum mengambil keputusan bisnis.

Artikel ini diterbitkan semata-mata untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan saran bisnis (business advice) secara profesional.

vOffice telah membantu lebih dari 50.000 pengusaha Indonesia dalam mengurus pendirian perusahaan, perizinan usaha, dan berbagai kebutuhan legalitas bisnis lainnya.