Cara Sukses Memulai Bisnis Kosmetik Sendiri

usaha kosmetik

Usaha kosmetik adalah salah satu jenis bisnis yang menjanjikan. Ketika pandemi mengguncang ekonomi dan berbagai sektor bisnis, kosmetik sukses menjadi salah satu sektor yang “tahan banting” dan seolah tidak terdampak. Bisnis kecantikan khususnya, bahkan mengalami kenaikan hingga 300 persen dan diperkirakan terus meningkat.

Berita baiknya lagi, usaha ini tidak cuma berpeluang besar di pasar nasional, tapi juga global. Sayangnya, tidak semua orang dapat memanfaatkan dengan cermat dan tepat peluang ini. Masih banyak—khususnya pebisnis pemula—yang bingung bagaimana langkah awal memulai usaha kosmetik.

Kalau Anda termasuk salah satunya, simak beberapa cara berikut sebagai panduan.

  • Tentukan Target Pelanggan

Sebelum membuka usaha kosmetik, Anda harus menentukan dahulu target pelanggan Anda. Menurut Seth Godin, memiliki produk yang sudah mempunyai pasar lebih mudah dan cepat berkembang dibandingkan menjual produk yang belum memiliki pasar (hanya sebatas menjual produk yang disukai oleh penjual). Oleh sebab itu, Anda bisa melakukan riset awal mengenai produk kosmetik apa yang paling banyak diminati oleh pasar.

Dalam menentukan produk kosmetik apa yang paling banyak dicari, Anda juga bisa menentukan pasar yang paling potensial. Misal, penjualan produk kosmetik untuk usia 25 hingga 40 tahun lebih laris (karena diimbangi kemampuan atau daya beli) dibandingkan produk kosmetik untuk usia remaja. Maka, Anda bisa membidik kelompok 25-40 tahun dengan mencari tahu produk apa yang paling diminati.

Selain itu, Anda juga perlu mencari tahu beberapa hal pendukung lainnya, baik dari segi demografis maupun psikografis target pelanggan. Hal ini akan mempermudah Anda khususnya dalam segi promosi.

  • Riset Kompetitor

Di Indonesia sendiri sudah banyak pelaku usaha kosmetik. Sejak 2021 hingga pertengahan Juli 2022 saja sudah terjadi peningkatan menjadi 913 industri. Adapun 83% di antaranya merupakan segmen UMKM.

Adanya kompetitor ini menjadi cara mudah Anda untuk melakukan benchmark, salah satunya adalah segi harga. Misal Anda akan menjual produk toner dengan kandungan A, B, C. Cari tahu berapa harga pasaran toner dengan secara umum, terutama produk yang apple to apple atau setidaknya nyaris sama.

Anda juga bisa mempelajari apa yang menjadi daya tarik kompetitor bagi target pasar, seperti cara marketing yang dilakukan. Walau begitu, perlu diingat bahwa hal ini bukan berarti Anda meniru persis apa yang dilakukan mereka—lakukanlah metode ATM: Amati, Tiru, dan Modifikasi.

  • Buat Rencana Bisnis yang Matang

Kalau sudah tahu produk apa yang mau dibuat, siapa target pasarnya, dan bagaimana kondisi kompetitor dan lapangan, saatnya membuat rencana bisnis yang matang. Anda bisa menggunakan metode Business Model Canvas yang cukup sederhana tetapi lengkap sebagai langkah awal.

Ketahui dari mana saja sumber modal yang Anda peroleh serta ke mana saja dana tersebut didistribusikan. Selain itu, Anda juga bisa memetakan channel apa saja yang perlu digunakan untuk kegiatan penjualan maupun promosi.

Tak cuma itu, Anda juga harus benar-benar tahu produk yang akan ditawarkan: apa yang membedakannya dibandingkan produk serupa lainnya, hal apa saja yang menjadi nilai lebih dibandingkan kompetitor, dan lain sebagainya.

  • Siapkan Modal

Menyiapkan modal tentu jadi hal yang tak boleh terlewat. Besarnya modal membuat brand kosmetik sendiri ini bisa ditentukan dari perhitungan apa saja yang Anda perlukan dalam menjalankan bisnis—tak cuma soal produk, tetapi juga operasional.

Anda perlu membuat proyeksi seberapa lama modal tersebut dapat memenuhi kebutuhan Anda. Misal, jika selama tiga bulan berturut-turut target penjualan yang diharapkan tidak tercapai, apakah masih ada modal yang tersisa untuk melakukan improvisasi atau hal lainnya?

Di samping itu, siapkan dana darurat dan pisahkan biaya untuk promosi. Banyak pemula bisnis yang tidak memisahkan kebutuhan dana promosi—padahal proporsi dana untuk kebutuhan promosi terutama produk dan brand baru cukup besar. Jangan sampai cash flow bisnis Anda jadi kacau hanya seumur jagung karena alokasi modal dan dana yang salah sasaran.

  • Promosi Maksimal

Seperti yang disebutkan sebelumnya, Anda bukan satu-satunya pelaku usaha kosmetik. Sebagai pengguna sebuah produk, misalnya, Anda akan cenderung memilih produk dari brand yang sudah punya nama dan terbukti kualitasnya dibandingkan produk dari brand baru, bukan?

Maka dari itu, meyakinkan calon pelanggan di tahap awal akan memerlukan usaha yang ekstra. Anda memerlukan modal yang cukup serta strategi yang paling tepat untuk melakukan promosi.

Beruntungnya di era sekarang, promosi lebih mudah melalui digital marketing. Anda bisa menggunakan media sosial dan layanan iklan di Google, Facebook, Instagram, atau yang lainnya sesuai kebutuhan dan kemampuan. Cara ini akan membantu meningkatkan awareness masyarakat terhadap keberadaan bisnis dan produk Anda.

Nah, itulah beberapa cara untuk memulai usaha kosmetik. Tak cuma soal modal, ada banyak strategi lain yang perlu Anda lakukan agar tak layu sebelum berkembang di tengah persaingan bisnis kosmetik yang menjanjikan sekaligus ketat ini.

Jika Anda berniat memulai atau mengembangkan bisnis, Anda bisa mengandalkan layanan dari vOffice. Tim profesional kami siap membantu untuk berbagai keperluan bisnis, seperti;

Hubungi kami sekarang dan dapatkan penawaran spesial!

    Anda Punya Pertanyaan?