Mau Buka Cabang Baru? Ini Tips Cara Membuka Cabang Usaha Baru

Cara membuka cabang usaha

Konten ini bersifat edukatif. Regulasi perizinan dapat berubah sewaktu-waktu. Untuk kebutuhan hukum spesifik bisnis Anda, konsultasikan dengan tim legal vOffice.

Artikel ditinjau oleh:

Picture of Otty Yuniarti Yusariningsih, S.H. - Konsultan Legal vOffice Group
Otty Yuniarti Yusariningsih, S.H. - Konsultan Legal vOffice Group

10+ tahun pengalaman di bidang hukum korporasi, perizinan usaha, hingga hak cipta. Telah mendampingi ratusan klien dalam proses pendirian PT, CV, dan badan usaha lainnya, serta pengurusan izin OSS, SIUP, dan legalitas bisnis di Indonesia.

Picture of Otty Yuniarti Yusariningsih, S.H.
Otty Yuniarti Yusariningsih, S.H.

Konsultan Legal vOffice Group

Siapa yang tidak ingin bisnisnya berkembang dengan pesat? Setiap pebisnis pasti menginginkan hal tersebut sehingga bukan hal baru lagi apabila setiap strategi bisnis yang ada dilakukan demi mewujudkan cita-cita itu. Pun, ketika bisnis berkembang pesat sesuai harapan, setiap pebisnis pasti memikirkan opsi untuk buka cabang usaha baru.

Tujuan utamanya adalah, untuk melayani lebih banyak konsumen dan punya peluang memperoleh keuntungan maksimal. Meskipun begitu, mengelola lebih dari satu usaha bukanlah hal mudah. Risiko dan tanggung jawab yang dipikul tidak bisa dianggap remeh. 

Inilah mengapa sebelum memutuskan untuk membuka cabang usaha, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Sebagai referensi, berikut beberapa tips dan cara membuka cabang usaha baru yang bisa Anda ikuti.

Tips Membuka Cabang Usaha Baru

1. Pastikan Usaha Utama Berjalan Stabil

Membuka cabang memang berpotensi meningkatkan pendapatan bisnis, tetapi jika bisnis utama belum bisa beroperasi secara stabil sebaiknya urungkan rencana untuk membuka cabang. Masih banyak kok perusahaan yang sukses mengelola satu bisnis saja tanpa cabang.

Namun jika mengembangkan bisnis dengan cara membuka cabang usaha baru dinilai perlu pastikan bisnis utama memiliki kondisi keuangan yang sehat. Jadi ketika fokus kita teralihkan ke cabang yang baru dibuka, bisnis utama tetap bisa beroperasi secara efektif meskipun tanpa pengawasan.

2. Siapkan Modal untuk Membuka Cabang Baru

Tips selanjutnya, pastikan kita memiliki modal yang memadai untuk membuka cabang baru. Modal ini diperlukan untuk menyiapkan bisnis agar bisa beroperasi dengan efektif. Dengan modal memadai, kita tidak akan mengganggu arus keuangan bisnis utama yang bisa saja berakibat buruk. 

Diakui atau tidak, belum tentu cabang baru punya potensi yang sama dengan bisnis utama. Modal yang memadai akan membantu cabang untuk tetap beroperasi sampai bisa menghasilkan keuntungan.

3. Lakukan Riset Pasar

Sebelum memutuskan untuk membuka cabang usaha baru, lakukan riset pasar terlebih dahulu. Riset dibutuhkan supaya kita tahu berapa modal yang harus dikeluarkan dan potensi keuntungan yang bisa diperoleh. Tidak hanya itu, riset juga akan membantu kita menentukan strategi yang tepat sehingga cabang bisnis memiliki potensi untuk berkembang sama atau bahkan lebih pesat dari bisnis utama.

Hal paling penting adalah, riset diperlukan untuk meminimalisasi risiko kerugian akibat pemilihan lokasi yang salah, target pasar yang kurang sesuai, atau beberapa faktor lain yang dianggap menjadi salah satu alasan bisnis kurang berkembang.

4. Perhatikan Pasokan Bahan atau Barang

Memutuskan membuka cabang baru berarti kita paham bahwa saat ini ada lebih dari satu pos yang harus di-supply dengan bahan dan barang yang dibutuhkan. Jadi sebelum membuka cabang usaha, pastikan akses bisnis baru terhadap bahan baku dan barang yang dibutuhkan cukup mudah.

Jika hal ini tidak diperhatikan, ada kemungkinan harga produk yang dijual lebih mahal dari bisnis utama karena faktor perbedaan biaya distribusi dan ongkos transportasi. Apabila memungkinkan, carilah pemasok yang berada di dekat cabang baru. Namun jika tidak memungkinkan, lakukan penyesuaian agar perbedaan harga di bisnis utama dan cabang tidak terpaut jauh.

Diakui atau tidak, perbedaan harga bisa jadi senjata yang dapat membunuh cabang baru. Jadi daripada merugi, pastikan cara membuka cabang usaha baru pada poin ini benar-benar diperhatikan.

5. Berdayakan SDM yang Tepat

Ketika membuka cabang baru, kita pasti butuh lebih banyak tenaga supaya operasional bisnis utama maupun cabang tetap berlangsung dengan baik. Inilah mengapa kita perlu memberdayakan SDM yang tepat, kompeten, dan dapat dipercaya karena bisa saja seluruh pengelolaan bisnis di cabang usaha kita serahkan kepada mereka.

Untuk itu, pastikan proses perekrutan dilakukan dari jauh-jauh hari sehingga untuk mendapatkan kandidat yang potensial. Jika belum yakin, Anda bisa menggunakan SDM dari bisnis utama untuk mengelola cabang baru sampai menemukan orang lain yang bisa diandalkan. 

Mengelola Perusahaan Lebih Mudah Berkat Virtual Office

Nah, itulah beberapa tips yang bisa diterapkan jika Anda ingin membuka cabang usaha baru. Supaya kedua bisnis, baik yang baru maupun lama, bisa berjalan dengan baik dibutuhkan koordinasi yang tepat sehingga keduanya bisa dikembangkan dengan strategi yang sama dan memiliki peluang sukses yang sama pula.

Jika cabang usaha yang dimiliki masih berlokasi di kota yang sama, hal ini mungkin bisa dilakukan dengan mudah. Namun bila cabang yang baru terletak di lokasi atau kota berbeda, kita bisa menggunakan jasa virtual office atau kantor virtual untuk memudahkan koordinasi.

Sebagai referensi, kita bisa menggunakan jasa kantor virtual dari vOffice. Tidak hanya memudahkan koordinasi, keberadaan vOffice dapat membantu kita menghemat biaya operasional 90% lebih hemat. Artinya, kita tidak butuh kantor fisik untuk mengelola cabang usaha sehingga modal yang diperlukan bisa ditekan secara efektif.

vOffice tersedia di kota-kota besar meliputi virtual office jakarta, virtual office tangerang, virtual office bekasi, virtual office bandung, virtual office surabaya, virtual office medan, virtual office bali. Jika anda ingin mendirikan PT , vOffice juga bisa membantu pendirian PT anda.

Bagaimana, tertarik untuk menggunakan jasa vOffice? Semoga ulasan tentang cara membuka cabang usaha baru di atas bermanfaat, ya. 

Tentang Keakuratan Artikel Ini

Artikel ini disusun oleh tim editorial vOffice dan telah melalui proses peninjauan untuk memastikan informasi yang relevan dan akurat bagi pelaku usaha di Indonesia.

Seluruh informasi mengacu pada regulasi pendirian dan pengelolaan badan usaha yang berlaku, termasuk ketentuan dari Kementerian Hukum dan HAM, sistem OSS, Peraturan terkait Hak Cipta, serta peraturan terkait lainnya. Regulasi bisnis dapat berubah sewaktu-waktu. Kami menyarankan pembaca untuk melakukan verifikasi atau berkonsultasi dengan profesional sebelum mengambil keputusan bisnis.

Artikel ini diterbitkan semata-mata untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan saran bisnis (business advice) secara profesional.

vOffice telah membantu lebih dari 50.000 pengusaha Indonesia dalam mengurus pendirian perusahaan, perizinan usaha, dan berbagai kebutuhan legalitas bisnis lainnya.