Bagaimana Kesiapan Pengusaha Hadapi Revolusi Industri 4.0?

Seperti apa upaya pemerintah dalam mendukung kesiapan pengusaha menghadapi revolusi industri 4.0? berikut penjelasannya

Memasuki revolusi industri 4.0 seberapa siap pengusaha di Indonesia menghadapi tantangan tersebut? Hingga tahun lalu, topik ini masih menjadi perbincangan hangat serta menjadi PR bagi pemerintah agar memiliki strategi khusus.

Guna menjawab bagaimana kesiapan pengusaha hadapi revolusi industri 4.0, sebenarnya ada banyak faktor yang perlu dinilai. Berangkat dari situ, pemerintah kemudian mengenalkan indi 4.0 sebagai indikator penilaian untuk mengukur kesiapan pengusaha memasuki era baru. 

Mengenal Indi 4.0 sebagai Indikator Penilaian Menghadapi Industri 4.0

Menghadapi era industri 4.0, pemerintah tak tinggal diam untuk mempersiapkan pengusaha di Indonesia agar mampu bersaing. Melalui Kementerian Perindustrian, Indonesia kini memiliki indikator penilaian dalam mengukur sejauh mana para pengusaha siap menghadapi industri 4.0.

Memahami terlebih dahulu pengertian indi 4.0

Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kemenperin, indi 4.0 merupakan acuan yang digunakan pemerintah dalam menilai kesiapan menuju industri 4.0. Di sisi lain, metode ini juga menjadi salah satu tahap implementasi program Making Indonesia 4.0—strategi Indonesia memasuki revolusi 4.0.

Nantinya, hasil pengukuran indi 4.0 akan menjadi patokan pemerintah dalam menentukan strategi dan kebijakan guna mendorong sektor manufaktur lebih berkembang menuju industri 4.0.

Indi 4.0 menggunakan skor penilaian mulai dari level 0 sampai level 4 dengan rincian sebagai berikut:

  • Level 0: industri belum siap
  • Level 1: industri memasuki kesiapan awal
  • Level 2: kesiapan memasuki industri 4.0 pada tahap sedang
  • Level 3: kesiapan pada tahap matang
  • Level 4: industri telah mengaplikasikan sebagaian besar konsep industri 4.0

5 Pilar indi 4.0

Indi 4.0 memiliki 5 pilar sebagai acuan penilaian, di antaranya adalah manajemen dan organisasi, produk dan layanan, orang dan budaya, operasi pabrik, dan teknologi.

Dari 5 pilar yang telah disebutkan, kemudian akan diperinci lagi menjadi 17 bidang seperti strategi dan kepemimpinan, investasi menuju industri 4.0, mesin cerdas, digitalisasi, serta rantai pasok dan logistik cerdas.

Kesiapan Pengusaha Hadapi Revolusi Industri 4.0

Melalui indi 4.0, pemerintah mengharapkan para pengusaha di Indonesia bisa melakukan self-assessment untuk mengukur bagaimana kemampuan mereka menghadapi revolusi industri 4.0.

Pada bulan April 2019,  Kementerian Perindustrian sempat menggelar Indonesia Industrial Summit (IIS) 2019 dengan tema “Implementasi Making Indonesia 4.0 Menuju Negara 10 Besar Ekonomi Dunia”.

Acara tersebut dihadiri oleh 328 perusahaan industri dari berbagai bidang yang kemudian melakukan self-assessment. Hasil self-assessment saat itu juga divalidasi oleh  tim juri yang terdiri dari perwakilan Kemenperin, McKinsey&Company, SAP Indonesia, Microsoft Indonesia, Akademisi Universitas Diponegoro, dan PT. Schneider Electric Indonesia.

Dari jumlah perusahaan yang hadir pada acara tersebut, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kemenperin menegaskan bahwa Indonesia cukup siap bertransformasi menuju industri 4.0.

Pada bulan Oktober 2019 Kementerian Perindustrian mengeluarkan data terkait kesiapan pengusaha hadapi revolusi industri 4.0. Data tersebut menunjukkan lima sektor prioritas (tekstil, makanan & minuman, kimia, elektronika, dan otomotif) sudah mendekati level 2 dan level 3. Di antara lima sektor tersebut, industri tekstil menempati peringkat pertama sebagai sektor paling siap menghadapi industri 4.0.

Kesiapan Indonesia Menghadapi Industri 4.0

Meski Kemenperin mengklaim bahwa Indonesia cukup siap menghadapi industri 4.0, namun fakta menurut World Economic Forum Competitiveness Index, kesiapan Indonesia menghadapi revolusi industri 4.0 masih berada di peringkat 45 dunia.

Menteri Keuangan—Sri Mulyani Indrawati, pernah mengungkapkan bahwa Indonesia masih harus berupaya keras dan membutuhkan banyak waktu untuk menghadapi revolusi industri 4.0 secara merata. Hal ini dikarenakan Indonesia merupakan negara yang luas dengan jumlah penduduk yang besar.

Adapun beberapa aspek yang perlu diperbaiki di antaranya adalah mendorong pembangunan infrastruktur digital, sistem online untuk mempermudah perizinan bisnis, dan yang tak kalah penting adalah mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Demikian gambaran kecil untuk menjawab bagaimana kesiapan pengusaha hadapi revolusi industri 4.0. Bicara mengenai industri 4.0, setiap pelaku usaha dituntut untuk bisa memanfaatkan teknologi secara maksimal. Alhasil, teknologi turut memengaruhi bagaimana bisnis bekerja, salah satunya yaitu penerapan virtual office yang memungkinkan pengusaha bisa bekerja di mana dan kapan saja.

Bagi Anda yang tengah mencari layanan virtual office, vOffice bisa menjadi alternatif yang tepat karena menyediakan fasilitas lengkap dengan harga bersaing. Informasi lebih lengkap seputar vOffice, silakan klik di sini.

Anda Punya Pertanyaan ?