Jakarta, 21 Januari 2026 — vOffice resmi menjalin kerja sama strategis dengan Tianjin Economic-Technological Development Area (TEDA) dan Ikatan Alumni Beijing Foreign Studies University (BFSU) untuk membuka dan memperkuat akses investasi perusahaan China ke Indonesia. Kolaborasi ini dikukuhkan melalui forum bertajuk The Indonesia–China Business Bridge: Your Gateway to Investing in Indonesia yang diselenggarakan di vOffice Centennial Tower, Jakarta, Rabu (21/1).
Forum ini menjadi wadah strategis yang mempertemukan pemangku kepentingan dari Indonesia dan China guna membangun ekosistem investasi yang terintegrasi dan berkelanjutan. Sejumlah tokoh nasional dan internasional turut hadir, di antaranya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI periode 2020–2024 Sandiaga Salahuddin Uno, Secretary General of TEDA One-Stop Overseas Service Center Emily Zhou, Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan, Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Edy Junaedi Harahap, serta perwakilan sektor energi, perbankan, dan sumber daya manusia dari kedua negara.


Dalam sambutannya, Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan bahwa kolaborasi ini diharapkan mampu membangun ekosistem yang mempertemukan pelaku usaha global dengan peluang investasi di Indonesia.
“Kerja sama ini berpotensi menciptakan ekosistem yang membantu semakin banyak pebisnis, baik dari China maupun negara lain, untuk berinvestasi di Indonesia,” ujarnya.
Forum tersebut juga menghadirkan sesi diskusi strategis mengenai peluang kerja sama lintas negara, strategi masuk pasar Indonesia, serta pemahaman regulasi bagi perusahaan asing. Diskusi ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai kesiapan ekosistem bisnis nasional dan potensi sektor-sektor strategis Indonesia.
Dari sisi mitra internasional, Emily Zhou menilai Indonesia memiliki daya tarik yang kuat di mata investor global.
“Ekosistem bisnis di Indonesia sangat menarik. Melalui kerja sama ini, kami berharap proses masuk ke pasar Indonesia bisa menjadi lebih mudah dan terarah bagi perusahaan China,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari sektor perbankan. Liu Yue menyatakan Bank of China siap mendukung ekosistem bisnis yang dibangun melalui kolaborasi tersebut.
“Kami mendukung upaya vOffice dan TEDA dalam mempermudah masuknya investasi dan aktivitas bisnis ke Indonesia,” katanya.
Rangkaian acara ditandai dengan peresmian plakat dan pemotongan tumpeng sebagai simbol dimulainya kerja sama antara vOffice, TEDA, dan Ikatan Alumni BFSU, yang mencerminkan komitmen bersama dalam membangun kolaborasi jangka panjang.
Perluas Akses Perusahaan Tianjin ke Indonesia
Upaya memperkuat konektivitas bisnis Indonesia–China juga memasuki babak baru melalui kemitraan strategis antara vOffice, TEDA, dan Ikatan Alumni Indonesia BFSU untuk mendukung perusahaan asal Tianjin yang ingin berekspansi ke Indonesia.
Kolaborasi ini diumumkan dalam kunjungan resmi delegasi Indonesia ke kawasan TEDA, salah satu zona pengembangan ekonomi dan teknologi paling berpengaruh di China. Hadir dalam kunjungan tersebut antara lain Sean Tham, Group Chairman vOffice, Albert Goh, Group CEO vOffice, Sudjadi, CEO Silver Bullet, serta para pemangku kepentingan yang aktif mendorong hubungan dagang Indonesia–China.
Dipimpin oleh Xie Yi, Presiden Alumni Indonesia BFSU sekaligus CEO Elephant Data Technology Indonesia, delegasi meninjau fasilitas inti TEDA dan memperoleh paparan mendalam mengenai ekosistem industrinya. TEDA dikenal sebagai basis operasi berbagai perusahaan global, seperti Tiens, FAW-Volkswagen, Volvo, Novo Nordisk, Otis Elevator, Airbus, hingga Apple.
Dalam pertemuan tersebut, TEDA memaparkan layanan dan infrastruktur ekspansi global yang ditawarkan bagi perusahaan yang ingin berekspansi ke luar negeri. Sebaliknya, delegasi Indonesia menyampaikan gambaran komprehensif mengenai peluang pasar Indonesia, sektor prioritas, serta arah kebijakan dan regulasi investasi.
Pertemuan ini menghasilkan penandatanganan kerja sama strategis antara TEDA Global Expansion Base, Alumni Indonesia BFSU, dan vOffice. Melalui kolaborasi ini, vOffice ditunjuk sebagai mitra penghubung utama yang akan menyediakan layanan alamat bisnis, perizinan, market-entry advisory, hingga pendampingan operasional bagi perusahaan Tianjin yang ingin masuk ke Indonesia.
Dalam momentum yang sama, TEDA juga meresmikan Indonesia Integrated Service Station, pusat layanan terpadu yang menyediakan bimbingan regulasi, dukungan lokalisasi bisnis, serta fasilitasi perdagangan antara pelaku usaha Tianjin dan Indonesia. Penunjukan vOffice sebagai mitra utama menegaskan kepercayaan TEDA terhadap pengalaman dan kapabilitas vOffice dalam mendampingi ekspansi lintas negara.
Melalui kolaborasi ini, vOffice menegaskan komitmennya untuk terus mendorong terciptanya ekosistem bisnis yang inklusif, terintegrasi, dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi arus investasi China ke Indonesia serta memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.




